Ngaji Produktif • Tilawah Al-Qur'an

Ngaji Produktif Bersama Rizki Faisal Oktaviansyah, S.T.: Menyibukkan Lisan dengan Tilawah & Memelihara Amal dari Riya'

Dokumentasi Siaran Langsung Tilawah Al-Qur'an & Majelis Ilmu Yayasan Amal Produktif Indonesia.

Menjaga Dua Amanah Utama: Kesucian Lisan dan Keikhlasan Hati

Memasuki sesi ketujuh Ngaji Produktif Tilawah Al-Qur'an bersama Rizki Faisal Oktaviansyah, S.T., majelis tilawah ini mengangkat renungan penting bagi setiap penuntut ilmu dan pegiat amal kebajikan: bagaimana menyibukkan lisan dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an serta zikrullah agar terselamatkan dari ucapan sia-sia, sembari terus menata niat di dalam hati agar ibadah dan karya produktif kita bersih dari noda riya' (ingin dipuji manusia).

Wasiat Rasulullah ﷺ kepada Sahabat (HR. Tirmidzi no. 3375, dishahihkan Al-Albani):
"Hendaklah lisanmu senantiasa basah karena berzikir mengingat Allah."

Imam Asy-Syafi'i rahimahullah mengingatkan: nafsumu jika tidak engkau sibukkan dalam ketaatan, niscaya ia akan menyibukkanmu dalam kelalaian; demikian pula lisan yang tidak dihiasi tilawah dan zikir mudah tergelincir pada ghibah dan perdebatan tak berguna.

Amal yang Terjaga Keikhlasannya vs Amal yang Terkikis Riya'

Kualitas tilawah, sedekah, dan aktivitas produktif seorang hamba sangat ditentukan oleh penjagaan lisan dan kemurnian niat:

Lisan Terjaga & Amal Tersembunyi yang Ikhlas

Membaca Al-Qur'an dan beramal shalih semata-mata mengharap wajah Allah ﷻ—baik ketika dilihat orang maupun ketika bersendirian di keheningan ruang pribadi—sehingga pahalanya tumbuh utuh dan diberkahi.

Bahaya Lisan Lalai & Penyakit Riya'

Lisan yang gemar membicarakan aib sesama menggerogoti pahala kebaikan, sedangkan sifat riya' (memperindah amal demi pujian manusia) mengancam gugurnya nilai ibadah laksana debu di atas batu licin yang disapu hujan deras (QS. Al-Baqarah: 264).

3 Bekal Ruhiyah dari Ngaji Produktif Sesi Ketujuh

  • Tilawah Al-Qur'an sebagai Perisai Lisan Terbaik: Setiap satu huruf Al-Qur'an yang dilafalkan bernilai sepuluh kebaikan (HR. Tirmidzi), menggantikan kata-kata kosong dengan tabungan pahala berlipat.
  • Memperbarui Niat Sebelum, Saat & Sesudah Beramal: Para ulama salaf mengajarkan pentingnya mujahadah meluruskan niat secara berulang karena hati manusia sangat mudah berbolak-balik terhadap pujian.
  • Memiliki Amal Rahasia (Khabiatu 'Amalin Shalih): Selain syiar kebaikan bersama untuk saling menyemangati, setiap mukmin dianjurkan memiliki wirid tilawah dan sedekah tersembunyi yang hanya diketahui oleh dirinya dan Allah.
Kurikulum Pustaka Kajian•Ngaji Produktif & Siaran Khusus

Ingin menyimak episode lainnya dari seri kitab ini secara berurutan?

Tersedia 452+ rekaman kajian ilmiah fiqih wakaf di Ruang Belajar Produktif Institute.

Eksplorasi Publikasi

Kabar & Artikel Lainnya

Lihat Semua Artikel