1. Terobosan Rekonstruksi Forensik Buku Besar 5 Tahun (2022–2026)
Laporan ini menyajikan hasil audit forensik hulu–hilir atas seluruh portofolio Program Air Bersih & Sanitasi (Pilar KARYA) yang dikelola oleh Yayasan Amal Produktif Indonesia (API) bersama entitas pendamping Perkumpulan Indonesia Peduli Sesama (IPS) sepanjang periode Juni 2022 hingga awal November 2026. Penelusuran silang dilakukan langsung terhadap Buku Besar Pengeluaran (General Ledger) utuh selama 5 tahun berturut-turut dan dikunci terhadap plafon Laporan Keuangan Audited Kantor Akuntan Publik (KAP) beropini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tahun 2022–2025.
Dari 47 intervensi aktif pada lembar pantauan KARYA (di luar 3 titik asesmen awal yang tidak diambil), sebanyak 38 titik (80,9%) berhasil dikunci langsung ke nomor voucher pencairan kas spesifik maupun alokasi batch pembelian aset dan kolaborasi mitra resmi, ditambah 3 proyek aktif pada buku IPS serta 1 aset teknis alat Geolistrik pencari akuifer air senilai Rp 42.000.000. Hanya 9 titik awal (2022–2024) yang direkonstruksi menggunakan matriks Reverse RAB terkalibrasi tanpa dicampur ke dalam laporan realisasi kas akuntansi.
2. Koreksi Audit Penerima Manfaat & Akurasi Unit Terbangun
Sebagai wujud disiplin anti-overclaim, tim audit membersihkan angka mentah 39.144 jiwa dengan mengeliminasi 674 jiwa dari 3 lokasi batal, menghapus 4.248 jiwa hitung ganda pada pasangan Sumur Bor dan MCK yang berada di satu kompleks kampung/pesantren yang sama, serta mengoreksi pencatatan populasi satu desa penuh menjadi pengguna riil tingkat kampung. Hasilnya, jangkauan bersih domestik yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah adalah 26.357 jiwa unik penerima manfaat.
3. Kepatuhan Syariah: Pemisahan Tiga Skema Akad Air Bersih
Pengelolaan dana program air bersih dipisahkan secara ketat dalam tiga akad: (1) Wakaf Pokok Abadi Air (WPAIR) dengan saldo pokok utuh Rp 41.510.003 per Oktober 2026 yang hasil investasinya dicadangkan untuk pemeliharaan darurat pompa warga; (2) Wakaf Melalui Uang / Wakaf Sarana Air untuk pembangunan fisik sumur bor, jaringan pipa HDPE, reservoir beton, dan gedung MCK di atas tanah wakaf masjid/pesantren atau lahan komunal bebas sengketa; serta (3) Infak/Sedekah Terikat Air Bersih untuk ekspedisi pelosok, uji geolistrik, dan distribusi tangki air darurat.
4. Kesimpulan Kebijakan Nazhir Berbasis Bukti SROI (1 : 4,11)
Dengan tingkat diskonto aktuaria 7,0% per tahun (selaras SAK Entitas Privat Bab 28 pada Laporan Keuangan Audited KAP 2025), horizon evaluasi konservatif 5 tahun, pencadangan penuh PV biaya operasional listrik/perawatan (OPEX), serta pemotongan Deadweight, Attribution, Displacement, dan Drop-off teknis tahunan, total PV investasi sebesar Rp 2.758.007.211 terbukti menghasilkan PV manfaat sosial-ekonomi bersih senilai Rp 11.330.800.704 (Surplus NPV Sosial +Rp 8,57 Miliar atau rasio SROI 4,11 : 1).
Tiga rekomendasi utama bagi mitra wakif dan CSR institusi: (1) Pipanisasi Gravitasi Mata Air HDPE di kawasan pegunungan menghasilkan imbal hasil sosial tertinggi (5,77 : 1) karena bebas biaya listrik bulanan; (2) Kontrak pengeboran terima beres (turnkey SPK) yang didahului uji Geolistrik berhasil menstabilkan biaya sumur bor dalam Jawa Barat di kisaran Rp 44–49 juta dengan tingkat keberhasilan debit 100% (SROI 4,00 : 1, serta 3,81 : 1 pada paket Sumur+MCK); dan (3) Instalasi Mesin Filter Air Payau/RO (2,67 : 1) difokuskan secara selektif pada masjid raya dan pesantren yang memiliki kemandirian kas DKM untuk penggantian membran berkala.



