Bolehkah Berwasiat dengan Barang Haram & Benda Bernajis? Ini Rinciannya
Kajian Kitab Asy-Syarh Al-Mumthi' 'Ala Zad Al-Mustaqni' karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.
Syarat Mubahnya Manfaat pada Objek Wasiat
Apakah setiap benda yang dikuasai seseorang semasa hidup boleh diwariskan atau diwasiatkan kepada orang lain? Dalam Bab Al-Musha Bihi, matan Zad Al-Mustaqni' menarik garis pemisah yang sangat tegas: sah berwasiat dengan benda bernajis yang mubah manfaatnya (seperti anjing berburu/penjaga dan minyak yang terkena najis untuk penerangan), namun tidak sah dan batil berwasiat dengan sesuatu yang haram pemanfaatannya (seperti khamr dan alat musik yang melalaikan).
Tolok Ukur Keabsahan Objek Wasiat dalam Asy-Syarh Al-Mumthi':
"Patokan sahnya suatu benda dijadikan objek wasiat bukanlah sah atau tidaknya benda itu diperjualbelikan, melainkan apakah benda tersebut memiliki manfaat yang mubah menurut syariat tanpa imbalan komersial."
Syaikh Ibnu Utsaimin mengingatkan: jangan sampai seseorang meninggalkan 'dosa jariyah' melalui wasiat barang-barang haram yang terus mengalirkan beban dosa ke alam kuburnya!
Benda Najis yang Mubah Manfaatnya vs Barang Haram Mutlak
Syariat membedakan antara larangan memperjualbelikan benda najis dengan kebolehan memindahkan hak guna (ikhtishash) manfaatnya yang halal secara cuma-cuma:
Benda Najis yang Mubah Manfaatnya (Sah)
Seperti anjing yang diizinkan syariat (anjing berburu, penjaga ternak, dan penjaga kebun), pupuk kotoran hewan, atau minyak yang kejatuhan najis untuk bahan bakar/lampu selain masjid. Meski haram dijual uangnya, pemindahan penguasaan manfaatnya lewat wasiat adalah sah.
Barang yang Haram Manfaatnya (Batil)
Seperti minuman keras (khamr), babi, alat musik yang melalaikan (alatul lahw), rokok, patung berhala, serta buku-buku kesesatan, sihir, dan kemaksiatan. Wasiatnya batal mutlak dan barangnya wajib dimusnahkan atau diubah bentuknya.
3 Pelajaran Penting seputar Objek Haram & Najis
- Batas Ketat Pemeliharaan Anjing dalam Islam: Anjing hias atau penjaga rumah biasa tanpa hajat berburu, menjaga ternak, atau menjaga pertanian tetap haram dipelihara (mengurangi pahala pemiliknya setiap hari 1 atau 2 qirath), sehingga tidak sah diwasiatkan kecuali bagi pihak yang menggunakannya untuk 3 fungsi mubah tersebut.
- Kewajiban Ahli Waris Memutus Dosa Almarhum: Jika mayit meninggalkan koleksi barang haram (seperti minuman keras atau sarana maksiat), bentuk bakti terbaik ahli waris adalah memusnahkannya agar almarhum terbebas dari aliran dosa orang yang memakainya.
- Konsep Al-Ikhtishash (Hak Penguasaan Manfaat): Pada benda yang haram diperjualbelikan namun halal dimanfaatkan (seperti anjing penjaga kebun), perpindahan tangan lewat wasiat disebut perpindahan ikhtishash (hak prioritas guna), bukan transaksi harga.


