Laporan Penyaluran & SROI β€’ Kab. Sukabumi

Bebaskan Warga dari Air Selokan & Sawah: Pembangunan Sumur Bor Dalam Cihamerang, Kabandungan β€” Sukabumi

Menggunakan air selokan dan air sawah πŸ’” Di Cihamerang, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, warga masih harus berjuang untuk mendapatkan air bersih. Mereka terpaksa menggunakan air dari selokan, hingga air...

Lokasi Intervensi
Kabandungan, Kab. Sukabumi
Penerima Manfaat (Mauquf 'Alaih)
500 Jiwa Warga & Jamaah Mushola Kp. Ciraksamala Cihamerang, Kec. Kabandungan, Sukabumi
Rujukan Audit & Buku Besar
Terkunci GL Voucher 1134 & 1223/PRO-API (Realisasi Rp 51.673.000 β€’ Tipe B2 Sumur Bor Dalam)

Laporan & Realisasi Lapangan

Menggunakan air selokan dan air sawah πŸ’” Di Cihamerang, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, warga masih harus berjuang untuk mendapatkan air bersih. Mereka terpaksa menggunakan air dari selokan, hingga air sawah untuk kebutuhan sehari-hari.

Saat hujan, air menjadi keruh bercampur lumpur, sehingga harus diendapkan terlebih dahulu sebelum bisa digunakan. Krisis ini juga berdampak pada ibadah. Fasilitas wudu di musala sangat terbatas, bahkan sering kehabisan air hingga jamaah harus membawa air sendiri dari rumah. Di tengah keterbatasan ini, mayoritas warga hidup sebagai buruh tani dengan kondisi ekonomi yang rentan, ditambah akses jalan yang sulit dan listrik yang tidak stabil. Sebuah gambaran nyata bahwa kebutuhan dasar seperti air bersih masih menjadi perjuangan berat bagi mereka. ‒⁠ ⁠0822-9597-5445Β (AdminΒ Rangga)

"Di Cihamerang, warga sebelumnya terpaksa mengendapkan air selokan dan air sawah yang bercampur lumpur, bahkan jamaah mushola harus membawa air wudhu sendiri dari rumah. Kini sumur bor dalam menghadirkan air bersih yang stabil."

β€” Laporan Realisasi Sumur Bor Dalam Kp. Ciraksamala Cihamerang, Sukabumi

Rincian Implementasi & Akuntabilitas

1. Kronologi & Dokumentasi Langsung dari Lapangan

Menggunakan air selokan dan air sawah πŸ’” Di Cihamerang, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, warga masih harus berjuang untuk mendapatkan air bersih. Mereka terpaksa menggunakan air dari selokan, hingga air sawah untuk kebutuhan sehari-hari.

2. Dampak Nyata bagi Penerima Manfaat (Mauquf 'Alaih)

Saat hujan, air menjadi keruh bercampur lumpur, sehingga harus diendapkan terlebih dahulu sebelum bisa digunakan. Krisis ini juga berdampak pada ibadah. Fasilitas wudu di musala sangat terbatas, bahkan sering kehabisan air hingga jamaah harus membawa air sendiri dari rumah. Di tengah keterbatasan ini, mayoritas warga hidup sebagai buruh tani dengan kondisi ekonomi yang rentan, ditambah akses jalan yang sulit dan listrik yang tidak stabil. Sebuah gambaran nyata bahwa kebutuhan dasar seperti air bersih masih menjadi perjuangan berat bagi mereka. ‒⁠ ⁠0822-9597-5445Β (AdminΒ Rangga) Program di Kabandungan, Kab. Sukabumi ini tercatat melayani 500 Jiwa Warga & Jamaah Mushola Kp. Ciraksamala Cihamerang, Kec. Kabandungan, Sukabumi secara terukur.

3. Verifikasi Akuntabilitas & Rujukan Audit

Tercatat dalam rujukan Terkunci GL Voucher 1134 & 1223/PRO-API (Realisasi Rp 51.673.000 β€’ Tipe B2 Sumur Bor Dalam). Seluruh pengelolaan dana Yayasan Amal Produktif Indonesia diaudit secara independen oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 4 tahun berturut-turut (2022–2025).

4. Pengawasan Terbuka oleh 273.500+ Pengikut Publik

Dokumentasi asli program ini dipublikasikan pada 2026-05-05 di Instagram resmi @amalproduktif (kode dokumentasi: DX8fS5Vy5zz) dan telah memperoleh 22 apresiasi (likes) dari masyarakat luas.

Ringkasan Verifikasi Dampak

  • Lokasi & Sasaran Terverifikasi: Kabandungan, Kab. Sukabumi β€” 500 Jiwa Warga & Jamaah Mushola Kp. Ciraksamala Cihamerang, Kec. Kabandungan, Sukabumi.
  • Rujukan Program & Audit: Terkunci GL Voucher 1134 & 1223/PRO-API (Realisasi Rp 51.673.000 β€’ Tipe B2 Sumur Bor Dalam)
  • Tautan Bukti Video Asli: Dapat disaksikan langsung di https://www.instagram.com/reel/DX8fS5Vy5zz/ serta terarsip permanen di portal resmi Amal Produktif.
πŸ“„ Lihat Transkrip Lengkap Takarir (Caption) Asli Dokumentasi Instagram (DX8fS5Vy5zz) Buka / Tutup
Menggunakan air selokan dan air sawah πŸ’”
Di Cihamerang, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, warga masih harus berjuang untuk mendapatkan air bersih. Mereka terpaksa menggunakan air dari selokan, hingga air sawah untuk kebutuhan sehari-hari.
Saat hujan, air menjadi keruh bercampur lumpur, sehingga harus diendapkan terlebih dahulu sebelum bisa digunakan.
Krisis ini juga berdampak pada ibadah. Fasilitas wudu di musala sangat terbatas, bahkan sering kehabisan air hingga jamaah harus membawa air sendiri dari rumah.
Di tengah keterbatasan ini, mayoritas warga hidup sebagai buruh tani dengan kondisi ekonomi yang rentan, ditambah akses jalan yang sulit dan listrik yang tidak stabil.
Sebuah gambaran nyata bahwa kebutuhan dasar seperti air bersih masih menjadi perjuangan berat bagi mereka.
--
Mari bantu saudara kita yang membutuhkan dimanapun mereka berada dengan berdonasi melalui:
βœ… BSI : 7555552698
βœ… Muamalat 1010137934
πŸ“Œ A.n. Yayasan Amal Produktif Indonesia (termasuk operasional Nazhir)
πŸ“ž Konfirmasi Donasi:
‒⁠ ⁠0822-9597-5445Β (AdminΒ Rangga)
#amalproduktif #sukabumi #air #airbersih #selokan #sawah
Transparansi Berbasis Bukti

Ingin Mengalirkan Pahala Jariyah Berikutnya?

Jelajahi laporan audit KAP WTP 2022–2025, kajian SROI 41 klaster air bersih, atau kembali ke galeri 1.446 bukti video lapangan.

Eksplorasi Publikasi

Kabar & Artikel Lainnya

Lihat Semua Artikel
Kami masih trauma...
12 Sep 2026

Kami masih trauma...

β€œKami masih trauma...” Gempa mungkin hanya berlangsung beberapa detik, tetapi rasa takut yang ditinggalkannya bisa bertahan jauh lebih lama. Di Kampung Dupa, Compang Soba, Manggarai Timur, NTT, sebagian...

Sudan: Sahur dan Berbuka dengan Belalang!
27 Feb 2026

Sudan: Sahur dan Berbuka dengan Belalang!

🚨 Sudan: Sahur dan Berbuka dengan Belalang! Bayangkan betapa menyedihkannya harus sahur dan berbuka hanya dengan belalang. πŸ˜’πŸ’” Bukan karena pilihan, tetapi karena tidak ada lagi yang bisa dimakan. Mungkin...