Kapan terakhir kali makan daging?
Dipublikasikan pada 7 Mei 2026 • Kode Arsip Dokumentasi: DYCItPySd1P • ♥ 95 Likes
Laporan & Catatan Dokumentasi Lapangan
“Kapan terakhir kali makan daging?”
Di Pondok Pesantren Alam Maroko, sebagian besar santri hanya bisa mengingat momen terakhir makan daging saat Idul Adha tahun lalu, atau mungkin saat Ramadhan kemarin.
Di luar itu, hari-hari mereka diisi dengan menu sederhana seperti tahu, tempe, dan sayur. Tanpa daging yang jarang sekali mereka rasakan.
Meski hidup dalam kesederhanaan, mereka tetap bersyukur dan menjalani hari dengan penuh semangat. Namun jauh di dalam hati, ada harapan sederhana yang mereka tunggu agar di Idul Adha tahun ini, mereka bisa kembali merasakan nikmatnya daging qurban.
Semoga harapan itu bisa terwujud, dan kebahagiaan sederhana itu benar-benar sampai kepada mereka.
Sahabat Yuk berqurban tahun ini dipelosok jawabarat dan hadirkan Daging Qurban kepada mereka yang membutuhkan.
📞 Info lebih lanjut silahkan hubungi:
📄 Arsip Utuh Takarir (Caption) Asli Instagram @amalproduktif (DYCItPySd1P) Buka / Tutup
Di Pondok Pesantren Alam Maroko, sebagian besar santri hanya bisa mengingat momen terakhir makan daging saat Idul Adha tahun lalu, atau mungkin saat Ramadhan kemarin.
Di luar itu, hari-hari mereka diisi dengan menu sederhana seperti tahu, tempe, dan sayur. Tanpa daging yang jarang sekali mereka rasakan.
Meski hidup dalam kesederhanaan, mereka tetap bersyukur dan menjalani hari dengan penuh semangat. Namun jauh di dalam hati, ada harapan sederhana yang mereka tunggu agar di Idul Adha tahun ini, mereka bisa kembali merasakan nikmatnya daging qurban.
Semoga harapan itu bisa terwujud, dan kebahagiaan sederhana itu benar-benar sampai kepada mereka.
Sahabat Yuk berqurban tahun ini dipelosok jawabarat dan hadirkan Daging Qurban kepada mereka yang membutuhkan.
📞 Info lebih lanjut silahkan hubungi:
• 0822-9597-5445 (Admin Rangga)
#amalproduktif #Jabar #Jawabarat #kurban #qurban #berbagi
Telusuri Dampak & Laporan Audit Keuangan Kami
Setiap program Yayasan Amal Produktif Indonesia didukung bukti dokumentasi lapangan, pencatatan Buku Besar ERP, dan Audit KAP Opini WTP 4 tahun berturut-turut.


