Indonesia Berduka
Dipublikasikan pada 31 Maret 2026 ⢠Kode Arsip Dokumentasi: DWiehARkaNR ⢠℠115 Likes
Laporan & Catatan Dokumentasi Lapangan
š®š© Indonesia Berdukaš Innalillahi wa inna ilaihi rajiāun.
Tiga prajurit terbaik TNI gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan.
Mereka adalah:
Praka Farizal Rhomadhon Kapten Inf Zulmi (Grup 2 Kopassus) Sertu Ichwan (Kesdam IX/Udayana)
Mereka merupakan bagian dari Satgas United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang tengah menjalankan tugas pengawalan logistik di wilayah Bani Hayyan, Distrik Marjeyoun.
Kementerian Pertahanan RI membenarkan peristiwa ini sebagai bagian dari eskalasi situasi keamanan di wilayah Lebanon Selatan. Saat ini, proses klarifikasi masih dilakukan oleh pihak UNIFIL.
Situasi di lokasi kejadian dilaporkan sangat tidak kondusif, bahkan proses evakuasi sempat mengalami kendala akibat tingginya intensitas serangan di wilayah tersebut.
Tragedi ini menjadi kejadian berdarah kedua dalam 24 jam terakhir yang menyasar pasukan penjaga perdamaian. Sebelumnya, markas Indobatt di Adshit al-Qusayr juga melaporkan terkena serangan artileri di tengah meningkatnya ketegangan di perbatasan LebanonāIsrael.
Pihak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian adalah pelanggaran serius hukum internasional dan tidak dapat dibenarkan.
šļø Pengorbanan mereka menjadi bukti nyata dedikasi prajurit Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, meski harus menghadapi risiko besar di wilayah konflik.
Semoga almarhum diampuni segala dosanya, dilapangkan kuburnya, dan Ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan.
Aamiin ya Rabbal āalamin.
š Arsip Utuh Takarir (Caption) Asli Instagram @amalproduktif (DWiehARkaNR) Buka / Tutup
Innalillahi wa inna ilaihi rajiāun.
Tiga prajurit terbaik TNI gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan.
Mereka adalah:
Praka Farizal Rhomadhon
Kapten Inf Zulmi (Grup 2 Kopassus)
Sertu Ichwan (Kesdam IX/Udayana)
Mereka merupakan bagian dari Satgas United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang tengah menjalankan tugas pengawalan logistik di wilayah Bani Hayyan, Distrik Marjeyoun.
Kementerian Pertahanan RI membenarkan peristiwa ini sebagai bagian dari eskalasi situasi keamanan di wilayah Lebanon Selatan. Saat ini, proses klarifikasi masih dilakukan oleh pihak UNIFIL.
Situasi di lokasi kejadian dilaporkan sangat tidak kondusif, bahkan proses evakuasi sempat mengalami kendala akibat tingginya intensitas serangan di wilayah tersebut.
Tragedi ini menjadi kejadian berdarah kedua dalam 24 jam terakhir yang menyasar pasukan penjaga perdamaian. Sebelumnya, markas Indobatt di Adshit al-Qusayr juga melaporkan terkena serangan artileri di tengah meningkatnya ketegangan di perbatasan LebanonāIsrael.
Pihak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian adalah pelanggaran serius hukum internasional dan tidak dapat dibenarkan.
šļø Pengorbanan mereka menjadi bukti nyata dedikasi prajurit Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, meski harus menghadapi risiko besar di wilayah konflik.
Semoga almarhum diampuni segala dosanya, dilapangkan kuburnya, dan Ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan.
Aamiin ya Rabbal āalamin.
#indonesiaberduka #tni #lebanon #unifil
Telusuri Dampak & Laporan Audit Keuangan Kami
Setiap program Yayasan Amal Produktif Indonesia didukung bukti dokumentasi lapangan, pencatatan Buku Besar ERP, dan Audit KAP Opini WTP 4 tahun berturut-turut.


