Laporan Penyaluran Sosial β€’ Ketahanan Pangan & Kurban

Di pelosok selatan Kabupaten Cianjur, tepatnya di Kp. Mekarsaluyu, Gelarpawitan, Kecamatan Cidaun,...

Dipublikasikan pada 14 Maret 2026 β€’ Kode Arsip Dokumentasi: DV2pxZIEgAq β€’ β™₯ 20 Likes

Lokasi / Wilayah Program
Kab. Cianjur, Jawa Barat
Sasaran Penerima Manfaat
Keluarga Prasejahtera, Lansia, Yatim & Duafa
Standar Akuntabilitas
Klaster Penyaluran Program Sosial & Qurban (Audited KAP WTP)
Arsip Resmi Terverifikasi @amalproduktif (1.446 Dokumentasi)

Laporan & Catatan Dokumentasi Lapangan

Di pelosok selatan Kabupaten Cianjur, tepatnya di Kp. Mekarsaluyu, Gelarpawitan, Kecamatan Cidaun, tersimpan realitas yang jarang terlihat πŸ₯€πŸ’”

Wilayah yang terisolir dengan perjalanan darat sekitar 5 jam dari pusat kota membuat akses kebutuhan dasar, layanan kesehatan, dan perputaran ekonomi menjadi sangat terbatas. Dampaknya paling berat dirasakan para lansia. Banyak dari mereka hidup dalam kerentanan pangan dengan jadwal makan yang tak menentu. Penghasilan warga yang bergantung pada pekerjaan serabutan membuat kebutuhan hidup jauh dari layak. Sebagian lansia bergantung pada keluarga yang sama-sama kesulitan, bahkan ada yang harus menjalani usia senja seorang diri. Kondisi hunian pun memprihatinkan. Sejumlah rumah tidak lagi layak ditempati dan membahayakan keselamatan penghuninya.

Situasi ini membutuhkan kepedulian nyata, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menghadirkan ketahanan dan harapan bagi mereka yang paling rentan.

Mari hadirkan perhatian dan dukungan terbaik untuk saudara-saudara kita di pelosok negeri. Donasi Anda berarti kehidupan yang lebih layak bagi mereka.

Ringkasan Metadata Publikasi
Kode Dokumentasi IG: DV2pxZIEgAq (VIDEO)
Tanggal Publikasi: 14 Maret 2026
Apresiasi Publik: β™₯ 20 Likes β€’ 0 Komentar
Pilar Program: Ketahanan Pangan, Kurban & Sosial
πŸ“„ Arsip Utuh Takarir (Caption) Asli Instagram @amalproduktif (DV2pxZIEgAq) Buka / Tutup
Di pelosok selatan Kabupaten Cianjur, tepatnya di Kp. Mekarsaluyu, Gelarpawitan, Kecamatan Cidaun, tersimpan realitas yang jarang terlihat πŸ₯€πŸ’”
Wilayah yang terisolir dengan perjalanan darat sekitar 5 jam dari pusat kota membuat akses kebutuhan dasar, layanan kesehatan, dan perputaran ekonomi menjadi sangat terbatas.
Dampaknya paling berat dirasakan para lansia. Banyak dari mereka hidup dalam kerentanan pangan dengan jadwal makan yang tak menentu. Penghasilan warga yang bergantung pada pekerjaan serabutan membuat kebutuhan hidup jauh dari layak. Sebagian lansia bergantung pada keluarga yang sama-sama kesulitan, bahkan ada yang harus menjalani usia senja seorang diri.
Kondisi hunian pun memprihatinkan. Sejumlah rumah tidak lagi layak ditempati dan membahayakan keselamatan penghuninya.
Situasi ini membutuhkan kepedulian nyata, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menghadirkan ketahanan dan harapan bagi mereka yang paling rentan.
--
Mari hadirkan perhatian dan dukungan terbaik untuk saudara-saudara kita di pelosok negeri. Donasi Anda berarti kehidupan yang lebih layak bagi mereka.
βœ… BSI : 7555552698
βœ… Muamalat 1010137934
πŸ“Œ A.n. Yayasan Amal Produktif Indonesia (termasuk operasional Nazhir)
πŸ“ž Konfirmasi Donasi:
‒⁠ ⁠0822-9597-5445Β (AdminΒ Rangga)
#lansia #cianjur #cidaun #pelosok #amalproduktif
4 Lapis Verifikasi Terbuka

Telusuri Dampak & Laporan Audit Keuangan Kami

Setiap program Yayasan Amal Produktif Indonesia didukung bukti dokumentasi lapangan, pencatatan Buku Besar ERP, dan Audit KAP Opini WTP 4 tahun berturut-turut.

Eksplorasi Publikasi

Kabar & Artikel Lainnya

Lihat Semua Artikel
Kami masih trauma...
12 Sep 2026

Kami masih trauma...

β€œKami masih trauma...” Gempa mungkin hanya berlangsung beberapa detik, tetapi rasa takut yang ditinggalkannya bisa bertahan jauh lebih lama. Di Kampung Dupa, Compang Soba, Manggarai Timur, NTT, sebagian...

Sudan: Sahur dan Berbuka dengan Belalang!
27 Feb 2026

Sudan: Sahur dan Berbuka dengan Belalang!

🚨 Sudan: Sahur dan Berbuka dengan Belalang! Bayangkan betapa menyedihkannya harus sahur dan berbuka hanya dengan belalang. πŸ˜’πŸ’” Bukan karena pilihan, tetapi karena tidak ada lagi yang bisa dimakan. Mungkin...