Laporan Tanggap Bencana (SIGAP) • Aksi Kemanusiaan

Sayang istriku, Nasrita Laila... keluarlah, Sayang. Aku ingin bertemu kamu.

Dipublikasikan pada 15 Desember 2025 • Kode Arsip Dokumentasi: DSSKSmOEsQ3 • ♥ 290 Likes

Lokasi / Wilayah Program
Provinsi Aceh
Sasaran Penerima Manfaat
Keluarga & Masyarakat Penyintas Bencana Alam di Indonesia
Standar Akuntabilitas
Klaster Penyaluran Tanggap Kebencanaan SIGAP (Audited KAP WTP)
Arsip Resmi Terverifikasi @amalproduktif (1.446 Dokumentasi)

Laporan & Catatan Dokumentasi Lapangan

“Sayang istriku, Nasrita Laila... keluarlah, Sayang. Aku ingin bertemu kamu.”

Kalimat itu terus terucap dari Marully, seorang suami yang setia menunggu di titik terakhir istrinya terlihat sebelum longsor menelan segalanya di Sibolga, Sumatera Utara.

Setiap hari ia datang ke lokasi itu. Berdiri di atas tanah yang runtuh, melantunkan azan, memanggil nama istrinya dengan suara yang dipenuhi harap dan doa. Tidak ada yang ia bawa selain cinta, kesetiaan, dan keyakinan bahwa sang istri akan ditemukan.

Hingga Selasa (9/12), Nasrita Laila belum juga ditemukan. Namun Marully tetap bertahan. Baginya, menunggu adalah bentuk cinta terakhir yang bisa ia lakukan, berharap bisa berjumpa kembali dengan orang yang paling ia cintai, dalam kondisi apa pun. [kumparan]

Mari bantu saudara kita yang membutuhkan dengan berdonasi melalui:

Ringkasan Metadata Publikasi
Kode Dokumentasi IG: DSSKSmOEsQ3 (VIDEO)
Tanggal Publikasi: 15 Desember 2025
Apresiasi Publik: ♥ 290 Likes • 15 Komentar
Pilar Program: Respon Cepat Kebencanaan (SIGAP)
📄 Arsip Utuh Takarir (Caption) Asli Instagram @amalproduktif (DSSKSmOEsQ3) Buka / Tutup
“Sayang istriku, Nasrita Laila… keluarlah, Sayang. Aku ingin bertemu kamu.”
Kalimat itu terus terucap dari Marully, seorang suami yang setia menunggu di titik terakhir istrinya terlihat sebelum longsor menelan segalanya di Sibolga, Sumatera Utara.
Setiap hari ia datang ke lokasi itu. Berdiri di atas tanah yang runtuh, melantunkan azan, memanggil nama istrinya dengan suara yang dipenuhi harap dan doa. Tidak ada yang ia bawa selain cinta, kesetiaan, dan keyakinan bahwa sang istri akan ditemukan.
Hingga Selasa (9/12), Nasrita Laila belum juga ditemukan. Namun Marully tetap bertahan. Baginya, menunggu adalah bentuk cinta terakhir yang bisa ia lakukan, berharap bisa berjumpa kembali dengan orang yang paling ia cintai, dalam kondisi apa pun. [kumparan]
--
Mari bantu saudara kita yang membutuhkan dengan berdonasi melalui:
✅BCA: 1565656777
✅ BSI : 7555552698
✅ BRI : 028601002404569
✅ BNI: 2227771176
✅ MANDIRI: 1300092777773
✅ Muamalat 1010137934
📌 A.n. Yayasan Amal Produktif Indonesia (termasuk operasional Nazhir)
📞 Konfirmasi Donasi:
•⁠ ⁠0822-9597-5445 (Admin Rangga)
#banjir #sumatra #sumbar #aceh
4 Lapis Verifikasi Terbuka

Telusuri Dampak & Laporan Audit Keuangan Kami

Setiap program Yayasan Amal Produktif Indonesia didukung bukti dokumentasi lapangan, pencatatan Buku Besar ERP, dan Audit KAP Opini WTP 4 tahun berturut-turut.

Eksplorasi Publikasi

Kabar & Artikel Lainnya

Lihat Semua Artikel
Kami masih trauma...
12 Sep 2026

Kami masih trauma...

“Kami masih trauma...” Gempa mungkin hanya berlangsung beberapa detik, tetapi rasa takut yang ditinggalkannya bisa bertahan jauh lebih lama. Di Kampung Dupa, Compang Soba, Manggarai Timur, NTT, sebagian...

Sudan: Sahur dan Berbuka dengan Belalang!
27 Feb 2026

Sudan: Sahur dan Berbuka dengan Belalang!

🚨 Sudan: Sahur dan Berbuka dengan Belalang! Bayangkan betapa menyedihkannya harus sahur dan berbuka hanya dengan belalang. 😢💔 Bukan karena pilihan, tetapi karena tidak ada lagi yang bisa dimakan. Mungkin...