Masjid dari Rumah Tua: Cahaya Iman di Tengah Keterbatasan
Dipublikasikan pada 16 November 2025 • Kode Arsip Dokumentasi: DRHaRJ3kv7P • ♥ 20 Likes
Laporan & Catatan Dokumentasi Lapangan
✨ Masjid dari Rumah Tua: Cahaya Iman di Tengah Keterbatasan
Di Nanga Rema, NTT, sebuah rumah tua lapuk milik orang tua Ustadz Muhidin Yamin berubah menjadi Masjid Al-Mujahidin, setelah warga bertahun-tahun tidak memiliki tempat ibadah.
Sebelumnya, masyarakat harus sholat berpindah dari rumah ke rumah, bahkan berjalan 10 KM dan menyeberangi sungai untuk Shalat Jumat dan hari besar. Tanpa listrik dan sinyal, mereka membawa obor dan lampu cempor demi menunaikan ibadah.
Sejak Ramadhan 2025, rumah ini diwakafkan sepenuhnya dan menjadi masjid bagi 30 KK dari dua kampung terpencil. Namun kondisinya sangat memprihatinkan: – Dinding kayu lapuk dan berlubang – Atap bocor di banyak bagian – Lantai tidak rata – Tidak ada tempat wudhu, warga mengambil air dari sungai 2 KM – Penerangan hanya dari panel surya kecil atau lampu cempor
Meski serba minim, masyarakat tetap bergotong-royong memperbaiki masjid sedikit demi sedikit, dengan penghasilan yang rata-rata hanya Rp300–500 ribu per bulan.
Masjid Al-Mujahidin bukan sekadar bangunan Ia adalah simbol keteguhan iman, harapan, dan perjuangan Muslim minoritas yang tetap teguh beribadah di tengah keterbatasan.
Semoga Allah memudahkan langkah kita untuk membantu mereka memiliki masjid yang layak.
Dukung program kebaikan ini melalui:
📄 Arsip Utuh Takarir (Caption) Asli Instagram @amalproduktif (DRHaRJ3kv7P) Buka / Tutup
Di Nanga Rema, NTT, sebuah rumah tua lapuk milik orang tua Ustadz Muhidin Yamin berubah menjadi Masjid Al-Mujahidin, setelah warga bertahun-tahun tidak memiliki tempat ibadah.
Sebelumnya, masyarakat harus sholat berpindah dari rumah ke rumah, bahkan berjalan 10 KM dan menyeberangi sungai untuk Shalat Jumat dan hari besar. Tanpa listrik dan sinyal, mereka membawa obor dan lampu cempor demi menunaikan ibadah.
Sejak Ramadhan 2025, rumah ini diwakafkan sepenuhnya dan menjadi masjid bagi 30 KK dari dua kampung terpencil. Namun kondisinya sangat memprihatinkan:
– Dinding kayu lapuk dan berlubang
– Atap bocor di banyak bagian
– Lantai tidak rata
– Tidak ada tempat wudhu, warga mengambil air dari sungai 2 KM
– Penerangan hanya dari panel surya kecil atau lampu cempor
Meski serba minim, masyarakat tetap bergotong-royong memperbaiki masjid sedikit demi sedikit, dengan penghasilan yang rata-rata hanya Rp300–500 ribu per bulan.
Masjid Al-Mujahidin bukan sekadar bangunan Ia adalah simbol keteguhan iman, harapan, dan perjuangan Muslim minoritas yang tetap teguh beribadah di tengah keterbatasan.
Semoga Allah memudahkan langkah kita untuk membantu mereka memiliki masjid yang layak.
--
Dukung program kebaikan ini melalui:
✅ BSI : 7555552698
✅ Muamalat 1010137934
📌 A.n. Yayasan Amal Produktif Indonesia (termasuk operasional Nazhir)
📞 Konfirmasi Donasi:
• 0822-9597-5445 (Admin Rangga)
#Masjid #Amalproduktif
Telusuri Dampak & Laporan Audit Keuangan Kami
Setiap program Yayasan Amal Produktif Indonesia didukung bukti dokumentasi lapangan, pencatatan Buku Besar ERP, dan Audit KAP Opini WTP 4 tahun berturut-turut.


