Laporan Kemanusiaan Global • Palestina & Dunia Islam

123 dari 168 baris ditampilkan

Dipublikasikan pada 26 Oktober 2025 • Kode Arsip Dokumentasi: DQQ5ih_kpD1 • ♥ 550 Likes

Lokasi / Wilayah Program
Jalur Gaza, Palestina
Sasaran Penerima Manfaat
Keluarga Penyintas, Anak-Anak & Pengungsi Kemanusiaan Global
Standar Akuntabilitas
Klaster Penyaluran Kemanusiaan Timur Tengah & Global (Audited KAP WTP)
Arsip Resmi Terverifikasi @amalproduktif (1.446 Dokumentasi)

Laporan & Catatan Dokumentasi Lapangan

123 dari 168 baris ditampilkan 🌿 “Kami hanya ingin memetik buah zaitun kami...”

Afaf Abu Alia (53 tahun) dilarikan ke rumah sakit setelah dipukuli di kepala oleh seorang pemukim Y4hvdi ilegal bertopeng saat tengah memetik buah zaitun di ladangnya.

Musim panen yang seharusnya membawa kedamaian dan keberkahan, justru berubah menjadi momen ketakutan bagi banyak petani Palestina di Tepi Barat.

Serangan, intimidasi, dan perampasan tanah terus meningkat bahkan ketika mereka hanya ingin memetik hasil dari pohon yang telah mereka rawat turun-temurun.

Awalnya tidak ada yang merekam kejadian ini, namun aktivis/jurnalis asing datang dan merekam kelakuan keji pemukin ilegal tersebut

Sejak awal panen zaitun - yang berlangsung dari Oktober hingga akhir Desember, menurut kementerian pertanian Palestina - lebih dari 158 serangan pemukim ilegal, yang dilakukan di bawah perlindungan tentara isrewel, telah didokumenkan oleh Komisi Kolonisasi dan Perlawanan Tembok Palestina. [MEE]

Hasbunallah wani'mal wakiil

Sahabat dukung terus perjuangan kami dalam membersamai saudara kita di Palestina, dengan berdonasi melalui:

Ringkasan Metadata Publikasi
Kode Dokumentasi IG: DQQ5ih_kpD1 (VIDEO)
Tanggal Publikasi: 26 Oktober 2025
Apresiasi Publik: ♥ 550 Likes • 44 Komentar
Pilar Program: Misi Kemanusiaan Global
📄 Arsip Utuh Takarir (Caption) Asli Instagram @amalproduktif (DQQ5ih_kpD1) Buka / Tutup
123 dari 168 baris ditampilkan
🌿 “Kami hanya ingin memetik buah zaitun kami…”
Afaf Abu Alia (53 tahun) dilarikan ke rumah sakit setelah dipukuli di kepala oleh seorang pemukim Y4hvdi ilegal bertopeng saat tengah memetik buah zaitun di ladangnya.
Musim panen yang seharusnya membawa kedamaian dan keberkahan, justru berubah menjadi momen ketakutan bagi banyak petani Palestina di Tepi Barat.
Serangan, intimidasi, dan perampasan tanah terus meningkat bahkan ketika mereka hanya ingin memetik hasil dari pohon yang telah mereka rawat turun-temurun.
Awalnya tidak ada yang merekam kejadian ini, namun aktivis/jurnalis asing datang dan merekam kelakuan keji pemukin ilegal tersebut
Sejak awal panen zaitun - yang berlangsung dari Oktober hingga akhir Desember, menurut kementerian pertanian Palestina - lebih dari 158 serangan pemukim ilegal, yang dilakukan di bawah perlindungan tentara isrewel, telah didokumenkan oleh Komisi Kolonisasi dan Perlawanan Tembok Palestina. [MEE]
Hasbunallah wani'mal wakiil
--
Sahabat dukung terus perjuangan kami dalam membersamai saudara kita di Palestina, dengan berdonasi melalui:
✅BCA: 1565656777
✅ BSI : 7555552698
✅ BRI : 028601002404569
✅ BNI: 2227771176
✅ MANDIRI: 1300092777773
✅ Muamalat 1010137934
📌 A.n. Yayasan Amal Produktif Indonesia (termasuk operasional Nazhir)
📞 Konfirmasi Donasi:
•⁠ ⁠0822-9597-5445 (Admin Rangga)
#Palestine
4 Lapis Verifikasi Terbuka

Telusuri Dampak & Laporan Audit Keuangan Kami

Setiap program Yayasan Amal Produktif Indonesia didukung bukti dokumentasi lapangan, pencatatan Buku Besar ERP, dan Audit KAP Opini WTP 4 tahun berturut-turut.

Eksplorasi Publikasi

Kabar & Artikel Lainnya

Lihat Semua Artikel
Kami masih trauma...
12 Sep 2026

Kami masih trauma...

“Kami masih trauma...” Gempa mungkin hanya berlangsung beberapa detik, tetapi rasa takut yang ditinggalkannya bisa bertahan jauh lebih lama. Di Kampung Dupa, Compang Soba, Manggarai Timur, NTT, sebagian...

Sudan: Sahur dan Berbuka dengan Belalang!
27 Feb 2026

Sudan: Sahur dan Berbuka dengan Belalang!

🚨 Sudan: Sahur dan Berbuka dengan Belalang! Bayangkan betapa menyedihkannya harus sahur dan berbuka hanya dengan belalang. 😢💔 Bukan karena pilihan, tetapi karena tidak ada lagi yang bisa dimakan. Mungkin...