Palestina kembali menjerit kelaparan, karena bantuan ditahan Israhell sehingga pasokan makanan kini...
Dipublikasikan pada 29 April 2025 • Kode Arsip Dokumentasi: DJCIGL-SvWG • ♥ 174 Likes
Laporan & Catatan Dokumentasi Lapangan
Palestina kembali menjerit kelaparan, karena bantuan ditahan Israhell sehingga pasokan makanan kini semakin menipis!!
Sejak 2 Maret 2025, Israel tidak mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza. Israel telah menggunakan kelaparan sebagai senjata untuk menghukum seluruh penduduk secara kolektif..
Sahabat, terus suaran untuk saudara kita di Palestina, agar dunia tau jika ini bukan lagi Perang, namun Genosida nyata!! dukungan dan suaramu sangat berarti bagi mereka..
hasbunallah wanikmal wakil
Sahabat, mari jadilah bagian dari perjuangan mereka dengan berdonasi. Setiap kontribusi Anda adalah harapan dan kehidupan baru bagi mereka melalui:
💬 Ikuti perjalanan kami di IG: @amalproduktif 🌱 Share dan sebarkan kebaikan ini agar lebih banyak yang terbantu
📄 Arsip Utuh Takarir (Caption) Asli Instagram @amalproduktif (DJCIGL-SvWG) Buka / Tutup
Sejak 2 Maret 2025, Israel tidak mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza. Israel telah menggunakan kelaparan sebagai senjata untuk menghukum seluruh penduduk secara kolektif..
Sahabat, terus suaran untuk saudara kita di Palestina, agar dunia tau jika ini bukan lagi Perang, namun Genosida nyata!! dukungan dan suaramu sangat berarti bagi mereka..
hasbunallah wanikmal wakil
Sahabat, mari jadilah bagian dari perjuangan mereka dengan berdonasi. Setiap kontribusi Anda adalah harapan dan kehidupan baru bagi mereka melalui:
✅BCA: 1565656777
✅ BSI : 7555552698
✅ BRI : 028601002404569
✅ BNI: 2227771176
✅ MANDIRI: 1300092777773
✅ Muamalat 1010137934
📌 A.n. Yayasan Amal Produktif Indonesia (termasuk operasional distribusi)
📞 Konfirmasi Donasi : 0822-9597-5445 (Admin Rangga)
💬 Ikuti perjalanan kami di IG: @amalproduktif
🌱 Share dan sebarkan kebaikan ini agar lebih banyak yang terbantu
Telusuri Dampak & Laporan Audit Keuangan Kami
Setiap program Yayasan Amal Produktif Indonesia didukung bukti dokumentasi lapangan, pencatatan Buku Besar ERP, dan Audit KAP Opini WTP 4 tahun berturut-turut.


