Ramadan seharusnya jadi bulan penuh berkah. Tapi bagi warga Gaza, Ramadan dimulai dengan kelaparan,...
Dipublikasikan pada 5 Maret 2025 • Kode Arsip Dokumentasi: DG0g2-WS9_Z • ♥ 47 Likes
Laporan & Catatan Dokumentasi Lapangan
Ramadan seharusnya jadi bulan penuh berkah. Tapi bagi warga Gaza, Ramadan dimulai dengan kelaparan, kehancuran, dan kematian!
Setelah gencatan senjata pertama berakhir, Israel langsung menghentikan semua pasokan makanan, obat-obatan, dan bantuan ke Gaza. Bukan hanya itu, pagi ini Israel kembali membombardir Beit Hanoun, menghantam warga sipil yang tak bersalah.
💥 Blokade total! Tidak ada makanan, tidak ada obat, tidak ada air. 💥 Serangan udara di Beit Hanoun! Warga sipil jadi sasaran, tak ada tempat yang aman. 💥 AS mengirim bantuan militer hampir $4 miliar ke Israel!
Senjata terus mengalir untuk membunuh lebih banyak warga Palestina! Sementara itu, ratusan warga Israel justru menuntut kesepakatan pertukaran tahanan tetap berlanjut. Tapi bagi para pejabat Israel, mereka hanya ingin satu hal: "Membuka gerbang neraka bagi Gaza!"
Bin Ghafir, Menteri Keamanan Nasional Israel, bahkan dengan bangga mendukung pemutusan total bantuan.Menurutnya, ini bukan sekadar perang, tapi politik sampai "tahanan terakhir" mereka kembali.
🚨 INI BUKAN PERANG, INI PEMUSNAHAN MASSAL! 🚨 Gaza kini dikepung dari semua sisi. Tidak cukup dengan bom dan rudal, Israel membiarkan 2,3 juta warga Gaza mati perlahan dalam kelaparan.
Dunia sedang melihat, tapi apakah kita hanya akan diam?
Alhamdulillah, berkat dukungan para sahabat semua, tim Amal Produktif telah berhasil mendistribusikan ratusan berbagai kebutuhan pangan untuk saudara kita di Camp pengungsian palestina di Yordania. InsyaAllah bantuan ini akan bertahan dalam beberapa minggu saja.
Mari terus bersamai kami dalam memenuhi kebutuhan saudara kita di Gaza saat bulan Ramadhan tahun ini melalui:
💬 Ikuti perjalanan kami di IG: @amalproduktif 🌱 Share dan sebarkan kebaikan ini agar lebih banyak yang terbantu.
📄 Arsip Utuh Takarir (Caption) Asli Instagram @amalproduktif (DG0g2-WS9_Z) Buka / Tutup
Setelah gencatan senjata pertama berakhir, Israel langsung menghentikan semua pasokan makanan, obat-obatan, dan bantuan ke Gaza. Bukan hanya itu, pagi ini Israel kembali membombardir Beit Hanoun, menghantam warga sipil yang tak bersalah.
💥 Blokade total! Tidak ada makanan, tidak ada obat, tidak ada air.
💥 Serangan udara di Beit Hanoun! Warga sipil jadi sasaran, tak ada tempat yang aman.
💥 AS mengirim bantuan militer hampir $4 miliar ke Israel!
Senjata terus mengalir untuk membunuh lebih banyak warga Palestina!
Sementara itu, ratusan warga Israel justru menuntut kesepakatan pertukaran tahanan tetap berlanjut. Tapi bagi para pejabat Israel, mereka hanya ingin satu hal: "Membuka gerbang neraka bagi Gaza!"
Bin Ghafir, Menteri Keamanan Nasional Israel, bahkan dengan bangga mendukung pemutusan total bantuan.Menurutnya, ini bukan sekadar perang, tapi politik sampai "tahanan terakhir" mereka kembali.
🚨 INI BUKAN PERANG, INI PEMUSNAHAN MASSAL! 🚨
Gaza kini dikepung dari semua sisi. Tidak cukup dengan bom dan rudal, Israel membiarkan 2,3 juta warga Gaza mati perlahan dalam kelaparan.
Dunia sedang melihat, tapi apakah kita hanya akan diam?
Alhamdulillah, berkat dukungan para sahabat semua, tim Amal Produktif telah berhasil mendistribusikan ratusan berbagai kebutuhan pangan untuk saudara kita di Camp pengungsian palestina di Yordania. InsyaAllah bantuan ini akan bertahan dalam beberapa minggu saja.
Mari terus bersamai kami dalam memenuhi kebutuhan saudara kita di Gaza saat bulan Ramadhan tahun ini melalui:
✅ BCA: 1565656777
✅ BSI: 7555552698
✅ BRI: 028601002404569
✅ BNI: 2227771176
✅ MANDIRI: 1300092777773
📌 A.n. Yayasan Amal Produktif Indonesia (termasuk operasional distribusi)
📞 Konfirmasi Donasi:
• 0822-9597-5445 (Admin Rangga)
——————
💬 Ikuti perjalanan kami di IG: @amalproduktif
🌱 Share dan sebarkan kebaikan ini agar lebih banyak yang terbantu.
#SolidaritasKemanusiaan
#AmalProduktif
#freepalestine
Telusuri Dampak & Laporan Audit Keuangan Kami
Setiap program Yayasan Amal Produktif Indonesia didukung bukti dokumentasi lapangan, pencatatan Buku Besar ERP, dan Audit KAP Opini WTP 4 tahun berturut-turut.


