Kekayaan Dalam Islam
Dipublikasikan pada 4 Desember 2021 • Kode Arsip Dokumentasi: CXC0RfXFpKs • ♥ 62 Likes
Laporan & Catatan Dokumentasi Lapangan
Kekayaan Dalam Islam
Islam mempunyai konsep kekayaan yang berbeda dengan konsep manusia kebanyakan. Kekayaan di dalam Islam tidak identik dengan banyaknya aset materi atau harta seseorang. Sangat berlawanan dengan paham materialisme di mana orang dikatakan kaya jika dia memiliki harta berlimpah.
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ “Bukanlah kekayaan itu dengan melinpahnya harta dunia. Namun hakekat kaya adalah hati kaya.” (HR. Bukhari Muslim )
Hati yang kaya di sini maksudnya adalah hati yang merasa cukup dengan karunia yang diberikan oleh Allah. Dia tidak tamak dan serakah dengan dunia, apalagi sampai menempuh jalan yang haram. Adapun harta yang Allah titipkan kepadanya dijadikannya sebagai penguat ketaatannya kepada Allah. Dan inilah orang yang kaya dalam arti yang sebenarnya.
Semoga Allah melimpahkan kepada kekayaan hati sebelum kekayaan materi. Menjadikan kita insan yang qana'ah lagi zuhud terhadap dunia.
📄 Arsip Utuh Takarir (Caption) Asli Instagram @amalproduktif (CXC0RfXFpKs) Buka / Tutup
Islam mempunyai konsep kekayaan yang berbeda dengan konsep manusia kebanyakan. Kekayaan di dalam Islam tidak identik dengan banyaknya aset materi atau harta seseorang. Sangat berlawanan dengan paham materialisme di mana orang dikatakan kaya jika dia memiliki harta berlimpah.
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
“Bukanlah kekayaan itu dengan melinpahnya harta dunia. Namun hakekat kaya adalah hati kaya.”
(HR. Bukhari Muslim )
Hati yang kaya di sini maksudnya adalah hati yang merasa cukup dengan karunia yang diberikan oleh Allah. Dia tidak tamak dan serakah dengan dunia, apalagi sampai menempuh jalan yang haram. Adapun harta yang Allah titipkan kepadanya dijadikannya sebagai penguat ketaatannya kepada Allah. Dan inilah orang yang kaya dalam arti yang sebenarnya.
Semoga Allah melimpahkan kepada kekayaan hati sebelum kekayaan materi. Menjadikan kita insan yang qana'ah lagi zuhud terhadap dunia.
Telusuri Dampak & Laporan Audit Keuangan Kami
Setiap program Yayasan Amal Produktif Indonesia didukung bukti dokumentasi lapangan, pencatatan Buku Besar ERP, dan Audit KAP Opini WTP 4 tahun berturut-turut.


