Publikasi & Dokumentasi • Ekosistem Amal Produktif

Kekayaan Dalam Islam

Dipublikasikan pada 4 Desember 2021 • Kode Arsip Dokumentasi: CXC0RfXFpKs • ♥ 62 Likes

Lokasi / Wilayah Program
Nusantara & Kawasan Program
Sasaran Penerima Manfaat
Masyarakat Luas, Donatur & Penerima Manfaat ZISWAF
Standar Akuntabilitas
Yayasan Amal Produktif Indonesia (STBPN BWI No. 3.3.00386 • Audited KAP WTP)
Arsip Resmi Terverifikasi @amalproduktif (1.446 Dokumentasi)

Laporan & Catatan Dokumentasi Lapangan

Kekayaan Dalam Islam

Islam mempunyai konsep kekayaan yang berbeda dengan konsep manusia kebanyakan. Kekayaan di dalam Islam tidak identik dengan banyaknya aset materi atau harta seseorang. Sangat berlawanan dengan paham materialisme di mana orang dikatakan kaya jika dia memiliki harta berlimpah.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ “Bukanlah kekayaan itu dengan melinpahnya harta dunia. Namun hakekat kaya adalah hati kaya.” (HR. Bukhari Muslim )

Hati yang kaya di sini maksudnya adalah hati yang merasa cukup dengan karunia yang diberikan oleh Allah. Dia tidak tamak dan serakah dengan dunia, apalagi sampai menempuh jalan yang haram. Adapun harta yang Allah titipkan kepadanya dijadikannya sebagai penguat ketaatannya kepada Allah. Dan inilah orang yang kaya dalam arti yang sebenarnya.

Semoga Allah melimpahkan kepada kekayaan hati sebelum kekayaan materi. Menjadikan kita insan yang qana'ah lagi zuhud terhadap dunia.

Ringkasan Metadata Publikasi
Kode Dokumentasi IG: CXC0RfXFpKs (VIDEO)
Tanggal Publikasi: 4 Desember 2021
Apresiasi Publik: ♥ 62 Likes • 0 Komentar
Pilar Program: Literasi ZISWAF & Rekam Jejak Lembaga
📄 Arsip Utuh Takarir (Caption) Asli Instagram @amalproduktif (CXC0RfXFpKs) Buka / Tutup
Kekayaan Dalam Islam
Islam mempunyai konsep kekayaan yang berbeda dengan konsep manusia kebanyakan. Kekayaan di dalam Islam tidak identik dengan banyaknya aset materi atau harta seseorang. Sangat berlawanan dengan paham materialisme di mana orang dikatakan kaya jika dia memiliki harta berlimpah.
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
“Bukanlah kekayaan itu dengan melinpahnya harta dunia. Namun hakekat kaya adalah hati kaya.”
(HR. Bukhari Muslim )
Hati yang kaya di sini maksudnya adalah hati yang merasa cukup dengan karunia yang diberikan oleh Allah. Dia tidak tamak dan serakah dengan dunia, apalagi sampai menempuh jalan yang haram. Adapun harta yang Allah titipkan kepadanya dijadikannya sebagai penguat ketaatannya kepada Allah. Dan inilah orang yang kaya dalam arti yang sebenarnya.
Semoga Allah melimpahkan kepada kekayaan hati sebelum kekayaan materi. Menjadikan kita insan yang qana'ah lagi zuhud terhadap dunia.
4 Lapis Verifikasi Terbuka

Telusuri Dampak & Laporan Audit Keuangan Kami

Setiap program Yayasan Amal Produktif Indonesia didukung bukti dokumentasi lapangan, pencatatan Buku Besar ERP, dan Audit KAP Opini WTP 4 tahun berturut-turut.

Eksplorasi Publikasi

Kabar & Artikel Lainnya

Lihat Semua Artikel
Kami masih trauma...
12 Sep 2026

Kami masih trauma...

“Kami masih trauma...” Gempa mungkin hanya berlangsung beberapa detik, tetapi rasa takut yang ditinggalkannya bisa bertahan jauh lebih lama. Di Kampung Dupa, Compang Soba, Manggarai Timur, NTT, sebagian...

Sudan: Sahur dan Berbuka dengan Belalang!
27 Feb 2026

Sudan: Sahur dan Berbuka dengan Belalang!

🚨 Sudan: Sahur dan Berbuka dengan Belalang! Bayangkan betapa menyedihkannya harus sahur dan berbuka hanya dengan belalang. 😢💔 Bukan karena pilihan, tetapi karena tidak ada lagi yang bisa dimakan. Mungkin...