Hukum Wakaf Kitab Bid'ah & Perbedaan Wakaf vs Wasiat
Episode 11 • Kitab Syarhul Mumti'
Alhamdulillah, pada Kajian Wakaf Episode 11 ini, pembahasan berlanjut mengenai sasaran penerima wakaf. Topik utamanya adalah hukum mewakafkan harta untuk menyebarkan kitab-kitab yang bermuatan bid'ah atau pemikiran menyimpang (zindiq), serta penjelasan mendalam mengenai perbedaan antara akad wakaf dan wasiat.
1. Hukum Berwakaf untuk Kitab-Kitab Sesat & Bid'ah
Hukumnya Tidak Sah / Haram
Mewakafkan harta untuk menyebarkan kitab-kitab zindiq (seperti buku komunis yang anti-Tuhan) atau kitab-kitab bid'ah mukaffirah (yang mengarah pada kekafiran) dihukumi Tidak Sah .
Alasannya: Perbuatan ini disamakan dengan tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan (Ta'awanu 'alal itsmi wal udwan) . Kita dilarang keras untuk memfasilitasi maupun mendanai kebatilan secara mutlak.
Catatan: Kesesatan kitab ideologi seperti komunisme (yang murni anti-Tuhan) tidak bisa disamakan dengan kitab Injil. Meskipun Injil telah banyak diselewengkan, kitab tersebut pada asalnya memang benar diturunkan oleh Allah, berbeda dengan kesesatan ideologis yang murni buatan hawa nafsu manusia .
2. Perbedaan Antara Wakaf dan Wasiat
Syaikh Shalih Al-Utsaimin menjelaskan dua perbedaan utama (Al-farqu bainal wasiyyah wal waqf) yang sangat krusial di dalam syariat Islam :
Akad Wakaf
-
Berlaku Seketika (Najizun) Hukum wakaf langsung sah dan mengikat detik itu juga setelah diucapkan. (Misal: "Aku wakafkan rumahku") .
-
Batas Harta Seseorang diperbolehkan mewakafkan seluruh (100%) harta bendanya tanpa butuh persetujuan ahli waris, selama ia tidak dalam kondisi sakit parah menjelang kematian .
Akad Wasiat
-
Berlaku Setelah Meninggal Harta baru diproses dan diserahkan kepada penerima hanya setelah si pewasiat meninggal dunia .
-
Batas Harta Maksimal hanya boleh sepertiga (1/3) dari total harta. Jika lebih dari itu, atau wasiat ditujukan untuk ahli warisnya, maka wajib mendapat persetujuan dari ahli waris lainnya .